HUBUNGAN TANPA STATUS [PART 1]
Hai best, namaku Alsa (nama samaran). Disini aku pengen menceritakan perjalanan hubungan tanpa statusku setahun terakhir. Aku tahu nggak bakal banyak orang yang akan buka situs ini, karena nggak banyak orang suka baca tulisan panjang. But, I'll try my best.
Sebenernya ini bukan HTS ku pertama kali, tapi sudah ke sekian kalinya dan gara gara ini juga aku pengen stop. As you know, umur aku udah kepala tiga dan sebuah kebodohan yang amat sangat ketika cewek diusia segini masih sering gamon soal hts, crush, gebetan atau apalah itu yang kesannya emang sekedar main-main aja.
Alasan kenapa aku belum nikah, karena aku pernah batal menikah di tahun 2018. Dan aku akan menceritakan itu nanti, disini aku cuma mau fokus nyeritain salah satu cowok yang aku temui di bot telegram. Sebenernya aku udah kenal dia sejak Juni, tapi aku biasa aja karena posisinya aku lagi hts sama yang lain. Oiya aku manggil dia Iky, cute sih buat cowok cowok yang punya nama Rifky, Rizky, Riki dan panggilan itu cuma dari aku. Temen-temennya hampir nggak ada yang manggil dia Iky.
Dia seorang pegawai di sebuah cafe, dan cafe itu adalah salah satu cafe terbaik langgananku, yang udah aku anggap kek rumah jauh sebelum kenal dia. Sejak bulan Juni itu, aku sama Iky sempet lost conatct. Karena aku ngerasa selalu kehabisan topik aja kalo ngobrol sama dia.
Di bulan Oktober, dia menghubungi aku duluan lewat telegram. Posisi aku lagi gamon sama hts ku sebelum Iky, udah pasti aku cerita ke dia dan dia juga cerita banyak tentang pengalaman kerja sampai mantannya. Jujur waktu itu aku nggak ada perasaan gimana gimana, semua netral gitu aja. Sampai aku nangkep sesuatu yang sebenernya bikin aku nggak nyaman, tapi entah kenapa aku terusin aja ngobrol sama dia. Dia lebih suka bahas hal hal berbau 18+, aku pikir wajar... kebanyakan cowok cowok tele emang kek gitu kan. Apalagi umurnya masih 24 tahun waktu itu, lagi lucu-lucunya.
Disini kebodohanku di mulai, nggak belajar dari pengalaman sebelumnya. Seharusnya aku udah bisa baca situasi dan karakter dia, ketika aku tahu dia anak terakhir dan punya kakak perempuan yang usianya terpaut jauh bahkan kakaknya lebih tua dari aku. Tipe cowok yang keras kepala, ideologi dan logika paling dia utamakan. Kalo punya keinginan atau prinsip selalu kuat, aku nggak tahu lagi hal apa yang membuatnya excited selain bola.
Setelah kembali saling chat, akhirnya kita ketemuan pertama kali dan emang suasananya canggung banget. Karena waktu itu ketemu di cafe tempat dia kerja dan dia baru selesai shift. Sejak saat itu aku dan Iky konsisten chatan, karena dia nggak suka telepon dan video call.
Kupikir mungkin, karena aku dan dia sama sama kelahiran April jadi kami sama sama tak pandai ngobrol. Tapi sebagai yang lebih dewasa aku lebih banyak bertanya dan cari pembahasan biar bisa ngobrol sama dia.
Sampai di akhir obrolan, ada rencana rencana kecil yang kami obrolin selama beberapa kali ketemu. Ya, akhirnya kami memutuskan untuk staycation di kota kelahirannya. Aku tahu dia punya banyak kenangan dengan mantan pacarnya di kota itu, aku terlalu memaksakan buat nggak bahas apapun tentang mantannya. Disana aku ngerasain kenyamanan yang nggak pernah aku dapetin sebelumnya bareng dia. Dan meski obrolan kita kadang nggak jelas, kek bukan temen deket karena sama sama pendiem.
Lepas itu, diakhir tahun 2023 dan awal tahun 2024 aku ngerasa ada perubahan sama sikapnya. Aku tahu tahun baru waktu itu dia sibuk banget. Aku pengen nemenin dia sampai pergantian tahun, tapi aku nggak bisa karena harus pulang.
Sampai tiba tiba dia ada rencana pulang ke kota kelahirannya, saat itu dia nolak ajakanku buat ke staycation lagi. Alasannya karena ada keluarga dirumah, dan malamnya di nonton konser sama temen-temannya. Sampai disini masih aman, aku selalu mikir mungkin dia ada cewek lain. Sebenernya kalo temenan nggak masalah sih dia ada cewek, tapi aku nggak mau berhubungan dengan cowok yang udah punya pacar. Beberapa kali aku mastiin dan nanya ke dia. Tapi jawabannya enggak ada, pacar? juga nggak ada.
Dia yang tadinya fast dan slow respon, jadi misal aku nggak balas chatnya untuk beberapa jam. Dia bakal nyari, tapi ini enggak. Sebelumnya dia suka kirim pap random kalo kerja, ini tiba-tiba enggak sama sekali. Dia yang suka bilang 'kabarin kalo sampe rumah' habis ketemu, tiba tiba nggak pernah bilang gitu lagi. Aku suka sendirian nongkrong di cafe dan dia selalu nyempetin nyamperin aku barang cuma ngasih snack atau ngobrol bentar. Dalam sekejap dia berubah.
Sepulang nonton konser, dia bilang lagi sakit. Oke, semua perubahan sikapnya itu ku pikir karena dia sakit. Tapi waktu aku nanya sebabnya kenapa? Dia bilang mungkin karena kecapekan dan semalaman kena AC hotel. Disini aku udah feeling nggak enak, jarak rumah sama tempat konsernya deket cuma 10 menitan. Kenapa harus tidur di hotel?
Dengan jujur dan tanpa banyak mikir, setelah aku tanya tanya... dia bilang emang sekamar sama cewek dan cewek itu juga tahu kalo aku pernah staycation sama Iky. Tapi Iky nggak pernah bilang sebelumnya kalo dia biasa staycation sama temen SMA nya itu, aku tahu label kita cuma teman tapi untuk urusan itu kenapa dia nggak pernah bilang? kalo pun dia bilang sejak awal sebenernya aku nggak masalah.
Kejadian itu ngingetin aku sama perselingkuhan mantan pacarku, konyol sih. Tapi aku nggak mikir kalo kata kata yang keluar saat itu bikin Iky makin jauh sama aku. Ku pikir setelah kejadian itu, aku bisa buat nggak menghubungi dia lagi dan stop ke cafe itu lagi. Tapi perasaanku makin nggak enak, aku ngerasa bersalah habis-habisan.
Nangis semalaman sampe mata sembab pas berangkat kerja, dia juga nggak peduli. Berkali kali aku minta maaf sama dia, tapi nggak akan mengubah apapun. Saat itu aku sadar kalo aku udah kehilangan dia, meski dia bilang masih mau berteman biasa sama aku. Kembali fast respon, meski obrolannya masih sama dry text. Aku nanya dia jawab.
Padahal udah seneng rencana mau ngerayain ulang tahun bareng, ulang tahunku sama dia cuma beda 4 hari. Yang aku pikirin sekarang, lebih baik tanpa chat sama sekali mulai sekarang. Aku sudah sadar dia terganggu dengan segala macam ke kepoanku. Bahkan aku sadar kalo aku cegil parah ke dia, tapi masih aku lanjutin. Kan bodoh dibawah rata-rata namanya :(
Kalian tahu apa yang aneh setelah itu? Logika orang kalo hilang respect bakal dry text parah atau malas balas chat. Ini enggak, dia fast respon kalo ada waktu senggang. Dia tetep jadi penonton storyku yg awal, cuma kalo liat postingan ulangnya di tiktok agak sakit sih aku karena banyak postingan ulang yang tertuju ke masalalunya. Aku sampe mikir, secantik dan seperti apa masalalunya sampai sampai dia masih mengharap mbaknya balik.
Aku sempet unfol tiktoknya waktu itu dan tau apa yang terjadi? waktu aku follow lagi, akunnya udah di privat :( makin nangis kejer
Dan ini daftar kesalahan yang hubungan aku sama dia renggang :
1. Sejak awal kenal, dia pernah posting foto cewek dan aku minta di hide aja
2. Aku minta dia buat nggak manggil aku kak, karena aku nggak suka endingnya malah sampai hubungan berakhir dia nggak pernah manggil namaku lagi
3. Aku minta buat nggak bahas mantannya lagi selama ketemu, padahal sejak awal kenal dia selalu nyebut aku sebagai teman. Tololnya aku sih, bisa bisanya masih pake perasaan.
4. Kesalahan fatalku aku ngomong sesuatu yang nyakitin perasaannya, perihal kejadian terakhir yang bikin hubunganku sama dia renggang. Bahkan buat minta maaf berkali-kali pun nggak bikin dia balik lagi kek dulu
Dari dia, aku banyak belajar hal.
1. Dia sangat sayang sama ibunya, apapun tentang ibunya jadi prioritas utama
2. Meski aslinya suka berkata kasar sama temen-temennya, tapi di chat dia selalu berusaha ngatur bahasanya biar nggak nyakitin lawan chatnya
3. Dia pekerja keras, sangat memperhitungkan hal hal menurut dia perlu tapi nggak pelit
4. Menurutku dia baik, tegas, tapi suka lupaan
5. Tipe cowok friendly, tapi belum kelihatan husbandablenya
Mungkin itu aja yang bisa aku ceritain soal Iky, don't judge! Ambil hikmahnya aja, kalo kamu relate sama ceritaku boleh banget komen komen ya? Kita semua punya masa lalu, kita semua pernah melakukan kebodohan dalam hidup. Sekarang aku sudah berdamai dan hubungan tanpa statusku stop di Iky. Fokus karir dan kerjaan aja.
Thank you for reading ^^
Komentar